Selalu di Dekatmu adalah Cara Bunda Mencintaimu

Pada tanggal 26 Desember kemarin Nasya tepat berumur 6 (enam) bulan. Suatu kebahagiaan tersendiri buat saya kalau selama 6 bulan ini saya bisa selalu ada di dekatnya. Dengan selalu ada di dekatnya saya jadi bisa selalu mengamati setiap perkembangan dan perubahan yang terjadi pada dia. Sama seperti bayi pada umumnya, menginjak usia 6 bulan ini, Nasya sudah bisa membalikkan badan (baca : tengkurep), mengoceh dan berteriak, meraih dan memegang benda yang menarik baginya serta menunjukkan ketertarikan pada sesuatu.

Cara Bunda Mencintaimu, Tempra Syrup
(Kanan) Nasya Ketikar Baru Lahir, (Kiri) Nasya Sudah Berumur 5 Bulan Lebih

Berada selalu di dekat Nasya adalah pilihan saya. Setelah melahirkan dan bersama dengannya, saya menjadi enggan untuk kembali ke rutinitas perkantoran dimana saya (pasti) harus pergi pagi dan pulang malam. Saya tidak tega untuk meninggalkan anak saya di rumah. Walaupun sebenarnya Oma Nasya juga sudah bersedia menjaganya selama saya di kantor. Hanya saja, entah kenapa saya ragu untuk kembali ke rutinitas saya yang dulu. Menjadi seorang wanita karir adalah impian saya sebelum memiliki Nasya. Namun setelah Nasya ada, rasanya impian saya tersebut sudah tergantikan dengan posisi Nasya. Dalam benak saya yang ada hanya Nasya, Nasya dan Nasya. Saya ingin selalu bersama dan menemani dia disetiap fase pertumbuhannya.

Cara Bunda Mencintaimu, Tempra Syrup
Bersama Nasya adalah pilihan saya. Saya senang bisa selalu berada di dekatnya

Periode keemasan manusia adalah ketika ia masih dalam kandungan hingga ia berumur 2 tahun. Alasan itu pula yang membuat saya memilih untuk tinggal di rumah dan menjaganya. Saya ingin menemani dia selama periode emas tersebut. Saya bukanlah orang yang mudah percaya pada orang lain, karena itu saya ingin mengawasi sendiri perkembangan Nasya selama periode emas ini. Saya tidak ingin melewatkan periode yang hanya terjadi sekali dalam hidup Nasya. Saya tidak ingin menyesal dikemudian hari karena melewatkan masa yang sangat penting ini.

Cara Bunda Mencintaimu, Tempra Syrup
Nasya Aurelia, Nasya artinya keajaiban dan Aurelia artinya adalah kebahagiaan. Dia benar-benar malaikat kecil ajaib yang membawa kebahagiaan di keluarga kami

Dengan berada di rumah, saya jadi bisa memastikan apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh didapat oleh Nasya. Seperti misalnya untuk asupannya sehari-hari saya memberikan ia ASI. Saya tidak membolehkan orang lain (termasuk ibu saya) untuk memberikan dia makanan/minuman lain sebelum ia berumur 6 (enam) bulan. Saya tidak mengijinkan dia untuk menonton televisi atau melihat gadget karena itu akan mengganggu penglihatan dan perkembangan otaknya. Pernah suatu kali saya mendapati saudara saya memperlihatkan video yang ada di handphone kepadanya. Melihat itu saya langsung menegur saudara saya tersebut karena yang saya tahu hal itu tidak baik untuk seorang bayi. Hal-hal kecil seperti ini yang takutnya terjadi pada Nasya. Karena ketidak-tahuan orang didekatnya, ia mendapatkan sesuatu yang berbahaya. Dengan saya ada didekatnya, saya jadi bisa mengawasi tindak tanduk setiap orang yang berada di dekat Nasya. Mungkin beberapa orang akan melihat saya sebagai ibu yang protektif. Tapi biarlah, itu semua untuk kebaikan buah hati saya.

Hal yang membuat saya sedih selama menemani Nasya adalah ketika saya harus menyaksikan sendiri saat ia terserang demam. Setelah imunisasi DPT beberapa bulan yang lalu, Nasya mengalami demam. Panasnya tidak terlalu tinggi, tapi saya tetap saja khawatir. Bu Bidan tempat dimana Nasya menerima Imunisasi juga berkata kalau setelah imunisasi DPT biasanya bayi akan mengalami sedikit demam. Dia juga sudah mengatakan kalau saya tidak perlu khawatir. Apabila Nasya sudah menunjukkan gejala demam (baca : badannya anget) maka saya bisa segera memberikan obat penurun panas.

Untungnya di rumah saya sudah menyediakan obat penurun panas, Tempra. Sebenarnya obat penurun panas Tempra ada 3 (tiga) macam, yaitu Tempra Drop, Tempra Syrup dan Tempra Forte. Karena Nasya masih berumur dibawah 1 tahun, maka yang saya berikan adalah Tempra Drop. Kalau nanti dia sudah berumur lebih dari setahun maka saya akan menyiapkan Tempra Syrup di rumah. Dan kalau dia sudah berusia di atas 6 tahun, maka yang saya berikan adalah Tempra Forte. Saya memilih Tempra karena obat ini aman di lambung. Obatnya pun tidak perlu dikocok terlebih dahulu karena sudah larut 100%. Saya juga tidak perlu khawatir dengan dosisnya karena dosisnya tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis). Obat penurun panas merupakan salah satu perlengkapan medis wajib yang harus ada di rumah saya ketika Nasya lahir. Selain obat penurun panas saya juga sudah menyiapkan termometer untuk persiapan apabila dia terserang panas.

Beberapa benda yang selalu ada untuk menemani Nasya.

Alhamdulillah setelah diberikan Tempra panas anak saya mulai menurun. Saya hanya memberikan Tempra sebanyak 2 kali kepada Nasya. Setelah suhu tubuhnya normal, Nasya kembali ceria seperti biasa. Sebagai ibu, melihat anaknya tersenyum adalah hal yang sangat diharapkan setiap harinya. Saya bukanlah ibu terbaik di dunia, tapi saya akan selalu memberikan yang terbaik untuk Nasya, Itulah janji saya padanya. Apapun yang saya lakukan atau saya berikan padanya merupakan bukti rasa cinta saya padanya.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra

44 thoughts on “Selalu di Dekatmu adalah Cara Bunda Mencintaimu”

    1. wehehhe… Aamiinn… pengennya sih gitu mba sehat2 terus s debay.. tapi ntah karna cuaca ntah arena imun nya yang belum kuat jadi bebrapa kali pernah sakit juga, salah satunya demam.

  1. Ya Allah Bunda, anaknya ndut bangettttt n lucu. Sama bun saya juga sekarang udah ga ngajar lagi sejak punya Erysha. Bersabar dulu 😃. Karena masa kecil anak tak akan terulang 2 x. Semoga bunda dan dd nya sehat2 ya 🙏

    1. Aamiin… Iyah bun.. itu juga pertmbangan saya buat lebih fokus ngurus anak dibanding kerja.. masa kecilnya gak akan terulang.. dan lagi gak akan lama..

    1. Nasya gak takut minum obat kok tante yulia.. ^^ Nasya anak pinter… jadi gak takut sama obat.. apalagi sama tempra drop, masukin ke mulutnya gampang karena bentunya semacam pipet…

    1. Hhehe.. makasihh kang Ali… emang lagi lucu2nya ni bayik.. hihihi.. iyahh,, banyak yang udah percayakan demam sama Tempra sepertinya..

  2. Alhamdulillah ya mbak bisa menemani Nasya sampai sekarang meskipun harus meninggalkan pekerjaan. Kadang bagi seorang ibu itu adalah dilema mbak, disatu sisi ingin menemani anak terus sampai besar namun kadang disisi lain tidak ada pilihan selain bekerja karena berbagai alasan. Yah dikembalikan lagi ke masing-masing pribadi sih ya mana yang jadi pilihan hehe..

    Semoga Nasya selalu sehat dan menjadi anak sholehah, aamiin.. Tetapi kalau kadang terkena demam Bunda sudah menyediakan Tempra, jadi aman deh 🙂

    1. Iya mba Anjar.. pilihan yang sulit sebenanrya antara mengejar karir dan menemani anak. Tapi karir masih bisa dikejar nanti, gak harus kerja dikantor.. usaha sendiri pun bisa jadi karir buat kita.. hehehe, yang pasti fokus saya saat ini membesarkan Nasya dulu, masalah rejeki Allah kan sudah mengatur..
      HIya mba.. sudah aku sediakan Tempra sebelum dia demam, buat jaga2.. dan ternyata benar setelah imunisasi DPT dia demam, untung udah ada Tempra di rummah..

    1. iya mnba leyla.. baru2 ini anakku juga demam lagi pas periksa dokter ternyata tenggorokannya radang… sempet panik karena demamnya naik turun.. Dokter juga nyaranin pake Tempra buat penurun panasnya, alhamdulillah sekarang panasnya udah ilang..

    1. Iya mba.. Tempra emang paracetamol yang wajib ada di rumah buat yang punya anak. biar gak bikin panik kalo si anak demam dadakan.

Leave a Reply