Cinta Rupiah Bukan Hanya Ucapan Semata, Perlu Tindakan Nyata Untuk Membuktikannya

Aku cinta rupiah biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena aku anak Indonesia
Mau beli baju, pakai rupiah
Jajannya juga, pakai rupiah
Mau beli buku, buku sekolah
Karena ku sayang ya rupiah

(Lirik Lagu : Aku Cinta Rupiah)

Pernah mendengar lirik lagu di atas?

Generasi 90-an yang menghabiskan masa kecilnya di tahun 1990-2000 pasti pernah mendengar lagu di atas. Lagu tersebut memang cukup populer saat itu. Dulu ketika dibangku Sekolah Dasar saya pernah menyanyikan lagu tersebut di depan kelas. Kalau tidak salah waktu itu pelajaran KTK (Kerajinan Tangan dan Kesenian). Sampai sekarang pun saya masih hapal dengan lagu tersebut. Kalau dihitung sejak kemunculan pertamanya, berarti saat ini usia lagu tersebut sudah hampir 20 tahun. Walaupun terkesan sudah lawas (lama), tapi lagu tersebut sebenarnya masih cocok dinyanyikan saat ini.  Beberapa tahun lalu, salah satu peserta Indonesia’s Got Talent, Nora Band, pernah menyanyikan lagu tersebut ketika masuk ke babak semifinal 1. Itu artinya, lagu tersebut bukan hanya bisa dinikmati oleh anak-anak, tapi juga bisa dinikmati orang dewasa. Hal itu karena lirik yang terkandung dalam lagu tersebut menggambarkan sikap patriotisme yang seharusnya dimiliki bangsa Indonesia, yaitu mencintai rupiah sebagai mata uang resmi negara Indonesia.

Kalau ditanya, “Kamu cinta nggak sih sama rupiah?” Semua orang pasti akan menjawab, “Cinta”. Tapi kalau diperhatikan, tidak semua orang memiliki sikap cinta yang benar-benar cinta pada rupiah. Misalnya, coba lihat kondisi rupiah yang ada di dompet atau tas kamu, apakah masih mulus, nggak lecek, nggak dilipat? Coba bandingkan ketika kamu punya mata uang lain, misalnya dollar. Tentu keadaanya akan sangat berbeda. Kebanyakan mata uang asing memang mengharuskan uang mereka rapih tanpa cacat. Jika didapati uang asing tersebut lecek, dilipat atau terdapat cacat  lainnya maka nilai uang tersebut akan jatuh.

Karena itu ketika ada orang yang mengatakan, ”Aku Cinta Rupiah”, itu belum berarti orang tersebut benar-benar mencintai rupiah. Perlu dilihat dulu bagaimana perlakuan orang tersebut pada rupiah. Tentunya kita sering mendengar ungkapan, “Kalau cinta perlu bukti”. Hal ini juga berlaku untuk menilai kecintaan seseorang pada rupiah. Perlu adanya suatu tindakan nyata untuk membuktikan kecintaan  tersebut pada rupiah.

Bagaimana cara kita membuktikan kalau kita mencintai Rupiah?

Cinta Rupiah

Ketika membeli sesuatu atau melakukan pembayaran yang masih dilakukan di kawasan Indonesia, maka sudah sepantasnyalah kita menggunakan rupiah sebagai alat tukarnya. Membeli baju di mall pakai rupiah, membeli sayur di pasar pakai rupiah, membeli soto di Madiun pakai rupiah, membeli pem-pek di Palembang pakai rupiah. Pokoknya segala transaksi jual-beli yang dilakukan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke pakai rupiah. Hal menyedihkan yang terjadi saat ini adalah masih ada warga atau rakyat Indonesia yang menggunakan uang asing sebagai alat tukar sehari-hari. Masih ada daerah-daerah di Indonesia (Khususnya di daerah perbatasan atau daerah 3 T : Terdepan Terluar, Terbelakang) yang menggunakan uang asing untuk transaksi keuangannya. Dan hal menyedihkan lainnya adalah bukan hanya di daerah saja yang masih mengesampingkan rupiah, terkadang para pelaku bisnis yang tinggal diperkotaan pun masih ada yang menggunakan mata uang asing dalam kegiatan bisnis mereka. Ntah itu dalam membeli bahan baku, membayar upah karyawan atau untuk transaksi bisnis lainnya. Sedih kan! Seharusnya para pengusaha di Indonesia menggunakan rupiah dalam metode pembayaran mereka. Bahkan kalau bisa seandainya ada permintaan dari luar negeri yang ingin membeli barang dari Indonesia maka berlakukanlah pembayaran dengan mata uang rupiah. Hal ini akan membuat permintaan terhadap rupiah meningkat yang pada akhirnya membuat rupiah menguat.

cinta rupiah

Cinta Rupiah Ketika kecil kita diajarkan untuk rajin menabung di celengan. Mengumpulkan receh demi receh sisa uang jajan kita demi untuk membeli sepeda baru, baju baru, mainan baru atau barang lainnya. Ketika itu uang apa yang kita tabung? Dollar? Yen? Ringgit? Poundsterling? Tidak! Uang yang kita tabung adalah rupiah. Lalu kenapa ketika beranjak dewasa seiring dengan bertambahnya penghasilan dan pengetahuan kita tentang keberadaan mata uang lain lalu kita malah beralih menabung dengan mata uang selain rupiah? Banyak diantara kita yang ingin mencari keuntungan dengan melakukan simpanan pada mata uang tertentu untuk mendapatkan gain (selisih nilai kurs) ketika ditukar dengan mata uang rupiah. Tapi apakah kita tidak memikirkan bagaimana dampaknya terhadap nilai mata uang kita dibanding mata uang lain? Semakin banyak permintaan terhadap mata uang lain maka semakin rendah nilai tukar mata uang kita. Kalau seperti itu kasusnya maka kitalah yang merugi. Karena itu, sebaiknya kita menginvestasikan uang kita dalam bentuk rupiah, bukan mata uang lain. cinta rupiah  

Cinta Rupiah

Sebenarnya ini adalah cara paling mudah untuk mencintai rupiah, yaitu dengan menjaga dan merawatnya. Seperti halnya menjaga atau merawat barang-barang kesayangan kita, rupiah pun berhak untuk mendapat perhatian dari kita. Cara menjaga dan merawatnya pun tidak sulit. Kita hanya perlu menyimpannya dengan baik, tidak melipat, tidak menstaples, tidak dicoret-coret dan tidak diremas-remas. Pendek kata membuat rupiah tetap mulus dan rapih. Mudah bukan?

Namun pada kenyataannya, rupiah sering mendapat perlakukan semena-mena. Kita sering mendapati uang rupiah yang robek lantas dilem kembali, rupiah yang bolong-bolong karena distaples atau rupiah yang kucel karena sering terlipat atau diremas. Akibat dari uang rupiah yang tidak rapih ini membuat kita menjadi sulit untuk membedakannya dengan uang palsu. Padahal dengan membuat Rupiah tetap terlihat rapih dan mulus, kita jadi lebih mudah mengenali tanda-tanda keaslian uang tersebut.

Cinta Rupiah
Sumber Foto : bi.go.id

Cinta Rupiah

Ada ungkapan, “Tak kenal maka tak sayang”. Cara lain untuk membuktikan kecintaan kita terhadap rupiah adalah dengan mengetahui keaslian dari uang tersebut. Ada 3 cara untuk membuktikan Rupiah tersebut asli atau palsu, yaitu dengan rumus 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti familiar dengan slogan tersebut. Tapi apakah Anda tahu apa yang harus dilihat, dirasakan ketika diraba dan tanda apa yang terlihat ketika uang tersebut diterawang di bawah cahaya?

Dikutip dari website Bank Indonesia, Uang Rupiah memiliki ciri-ciri berupa tanda-tanda tertentu yang bertujuan mengamankan uang Rupiah dari upaya pemalsuan. Secara umum, ciri-ciri keaslian uang Rupiah dapat dikenali dari unsur pengaman yang tertanam pada bahan uang dan teknik cetak yang digunakan, yaitu :

Tanda Air (Watermark) dan Electrotype

Pada kertas uang terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat apabila diterawangkan ke arah cahaya.

Benang Pengaman (Security Thread)

Ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah, dapat dibuat tidak memendar maupun memendar di bawah sinar ultraviolet dengan satu warna atau beberapa warna.

Cetak Intaglio

Cetakan yang terasa kasar apabila diraba.

Gambar Saling Isi (Rectoverso)

Pencetakan suatu ragam bentuk yang menghasilkan cetakan pada bagian muka dan belakang beradu tepat dan saling mengisi jika diterawangkan ke arah cahaya.

Tinta Berubah Warna (Optical Variable Ink)

Hasil cetak mengkilap (glittering) yang berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Tulisan Mikro (Micro Text)

Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar.

Tinta Tidak Tampak (Invisible Ink)

Hasil cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet.

Gambar Tersembunyi (Latent Image)

Teknik cetak dimana terdapat tulisan tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.

 

Cinta Rupiah, Cara Mengetahui Keaslian Uang Rupiah

Apabila ingin mengetahui secara detail perbedaan uang asli dan uang palsu, bisa langsung dilihat di website resmi Bank Indonesia atau bisa juga klik link berikut (Cara Mudah Mengenali Keaslian Uang Rupiah)

Dengan mengetahui bagaimana membedakan uang asli atau palsu, maka kita bisa mengambil sikap untuk kemudian melaporkannya kepada Bank Indonesia atau kepolisian.

Cinta Rupiah

Sering kita melihat berita di televisi yang menginformasikan bahwa telah ditemukannya sindikat pengedar uang palsu. Ada pihak-pihak tidak bertanggung-jawab yang ingin mendapatkan uang banyak dengan cara mudah, yaitu dengan membuat dan mengedarkan uang palsu yang mereka buat sendiri. Cara penyebarannya pun bermacam-macam, ada yang menggunakan uang palsu tersebut untuk alat pembayaran, mengiming-imingi orang lain mendapat hadiah tertentu dan kemudian menyuruh mereka membayar pajak hadiah atau menyediakan jasa penukaran uang.

Sebagai warga Indonesia yang baik, apabila menemukan uang palsu, maka hendaknya kita jangan menggunakan uang tersebut untuk bertransaksi. Khawatirnya kita akan menjadi tersangka terhadap peredaran uang palsu tersebut. Hal yang harus kita lakukan ketika menemukan uang palsu adalah dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian atau kepada bank yang ada disekitar kita, nanti bank tempat kita melapor tersebut yang akan meneruskannya ke Bank Indonesia. Sikap berani melapor ini merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada rupiah. Hal ini karena dengan segera melaporkan uang palsu tersebut maka polisi akan segera bertindak untuk menangkap pengedarnya. Apabila pengedar tersebut sudah tertangkap maka proses pengedaran uang palsu tersebut bisa dihentikan. Apabila sudah dihentikan, maka jumlah uang beredar di masyarakat akan kembali normal.

Cinta Rupiah, Apabila Menemukan Uang Palsu

Perjalanan Cintaku Pada Rupiah #CintaRupiah

Aku tidak begitu ingat kapan pertama kali aku mengenal Rupiah. Tapi yang pasti sejak kecil orang tuaku sudah memberikanku uang Rupiah sebagai media untuk bertransaksi dengan orang lain. Dari kecil aku sudah diajarkan apabila ingin membeli barang, maka yang harus aku lakukan adalah memberikan  Rupiah yang aku punya untuk kemudian ditukar dengan barang yang aku inginkan. Sejak kecil aku pun diberitahu bahwa dengan menabung/menyimpan Rupiah tersebut maka aku bisa membeli sebuah barang yang lebih besar. Misalnya dengan uang jajan 1000 rupiah/hari aku bisa membeli makanan ringan kesukaanku, tapi kalau aku menabung uang tersebut maka aku bisa membeli sepeda seperti teman-temanku. Dalam benakku, aku sangat mencintai Rupiah karena aku bisa mendapatkan benda kesukaanku apabila aku memilikinya.

Beranjak remaja aku mengetahui cara lain dalam mencintai Rupiah, yaitu dengan mengenalinya. Peribahasa mengatakan, “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, maka dari itu, untuk bisa dikatakan mencintai Rupiah aku juga harus lebih mengenalnya. Aku sangat terkejut karena ternyata banyak yang memalsukan Rupiah yang aku cintai. Aku tidak ingin cinta yang palsu, begitu pikirku waktu itu. Karena itu aku berusaha untuk memahami apa-apa saja yang harus diketahui ketika ingin melihat uang tersebut asli atau palsu. Melalui sebuah iklan di televisi, aku mengetahui bahwa untuk membedakan Rupiah asli atau palsu kita bisa menggunakan tiga hal : Dilihat, diraba dan diterawang . Dengan mengetahui teknik menilai keaslian uang rupiah tersebut saya jadi bisa lebih berhati-hati ketika menerima uang dari orang lain. Saya bertekad untuk mendukung Rupiah dengan menggunakan uang asli, bukan yang palsu.

Selain dua hal tersebut di atas, kini saya memiliki cara lain sebagai wujud cinta saya pada rupiah, yaitu dengan menulis dan menyebarkan tulisan di blog ini. Dalam tulisan ini, saya menuliskan cara-cara apa yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia untuk dapat mencintai rupiah dengan sebenarnya-benarnya cinta. Mungkin sebelumnya banyak yang tidak mengetahui bagaimana seharusnya memperlakukan rupiah. Dengan tulisan ini diharapkan banyak rakyat Indonesia yang tercerahkan dan mengikuti cara-cara pembuktian cinta kita pada rupiah.

Cinta itu bukan hanya diucapkan dari mulut, tapi butuh tindakan nyata sebagai wujud rasa cinta tersebut, termasuk #CintaRupiah.

Ayo Buktikan Cintamu Pada Rupiah!

Referensi Bacaan :

http://www.bi.go.id ; https://detik.com ; https://www.cermati.com ; https://www.halomoney.co.id

17 thoughts on “Cinta rupiah bukan hanya ucapan semata, perlu tindakan nyata untuk membuktikannya”

    1. iya mba… didaerah ini tantangan bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat disana dan bagaimana menimbulkan rasa cinta orang di dasrah perbatasan agar lebih mencintai rupiah sebagai mata uang negara Indonesia

    1. iya mba aprill..
      aku udah pernah mampir loh mba di tulisannya mba april.. Pake account Google+, gak bisa pake url website soalnya,
      nanti aku mampir lagi yaa…

Leave a Reply