Sehat Sejak Dini : Ibu Cerdas Harus Jeli Informasi Agar Bayi Lahir dan Tumbuh dengan Sehat

CERITA SINGKAT AWAL KEHAMILAN SAYA

Kehamilan merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh pasangan yang baru menikah, termasuk saya. Setelah menikah ada kekhawatiran kalau apa yang diidam-idamkan tersebut tidak segera datang, karena bagaimanapun tidak semua pasangan segera mendapatkan kabar gembira itu, ada yang cepat dan ada yang tidak.

Sekitar 3 (tiga) bulan setelah menikah, saya mendapati kalau ternyata saya sedang hamil melalui tes kehamilan yang saya beli di apotik. Saat itu perasaan saya benar-benar campur aduk, antara senang dan bingung menjadi satu. Maklum, ini adalah calon anak pertama saya. Saya rasa calon ibu-ibu di luar sana juga pernah mengalami hal tersebut. Setelah mengetahui saya hamil, untuk mempertegaskan hal tersebut, saya dan suami melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Dengan alat bernama USG (Ultrasonography), diketahui bahwa saya memang sedang hamil dengan usia kandungan 10 minggu.

Walaupun sudah mengharapkan hal ini, namun saya masih merasa belum terlalu mempersiapkan diri bagaimana menyambut si calon bayi. Saya belum mengetahui apa-apa saja yang perlu dan tidak perlu saya lakukan selama masa kehamilan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, semuanya masih belum terbayangkan. Saya merasa takut kalau saya melakukan kesalahan yang nantinya berakibat buruk bagi si calon bayi. Karena itulah setelah pemeriksanaan tersebut saya aktif mencari tahu berbagai informasi seputar kehamilan dari berbagai sumber, termasuk konsultasi dengan dokter kandungan.

MITOS dan FAKTA Seputar Kehamilan

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR KEHAMILAN

Ketika mengetahui kalau saya hamil, banyak orang di sekitar saya yang mendikte saya untuk apa yang boleh dan tidak boleh saya lakukan. Banyaknya larangan-larangan membuat saya sedikit tertekan karena memikirkan kalau saya harus ‘begini dan begitu’ dalam waktu 9 bulan. Karena itu, saya berusaha untuk mencari tahu informasi yang saya terima itu apakah memiliki alasan ilmiah atau tidak. Kalau ada alasan ilmiahnya berarti memang harus dituruti, tapi kalau tidak berarti bisa dituruti dan bisa juga tidak. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang berhasil saya kumpulkan :

  • Katanya tidak boleh makan durian ketika hamil

Pada dasarnya, saya sangat suka dengan buah satu ini. Sebelum saya mengetahui kalau saya hamil, saya pernah sekali makan durian (tidak banyak sih, cuma beberapa potong). Dan pernah juga saya kepikiran ingin makan pancake durian (namun ini tidak jadi karena sebelum beli sudah ketahuan kalau saya positif hamil). Ketika dilarang makan durian, saya berusaha mencari informasi kenapa durian dilarang untuk ibu hamil. Ternyata ada alasan ilmiah dibalik dilarangnya durian untuk ibu hamil. Durian mengandung Glukosa yang tinggi, Kalori, senyawa Asam Arachidonat, tinggi Alkhohol dan tinggi Kolesterol. Berbagai zat berbahaya itulah yang menyebabkan durian dilarang untuk ibu hamil. Ada banyak bahaya yang dikhawatirkan akan terjadi pada ibu hamil kalau ia mengkonsumsi durian, diantaranya adalah bayi lahir prematur, keguguran, kontraksi, cacat janin dan hipertensi.

 

Saya punya cerita dari ibu saya, dulu ketika beliau hamil saya, beliau sangat ingin makan durian (ngidam). Tapi tentu saja hal tersebut tidak diperbolehkan oleh nenek saya. Kemudian ntah kenapa ketika mendekati jadwal lahir (memasuki bulan ke 9) ibu saya nekat makan durian diam-diam. Setelah makan durian, malam harinya ibu saya mengalami mulas (kontraksi) dan saya lahir pada malam itu. Alhamdulillah saya lahir sehat dengan berat 2.8 kg. Mungkin karena waktu mengkonsumsi duriannya sudah mendekati jadwal lahir dan tidak banyak, makanya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun ada hal lucu setelah saya lahir, rambut saya ketika lahir ‘jigrak’ seperti durian. Beberapa kali setelah dipotong (red. dibotakin) tetap berdiri dan agak tajam ujung rambutnya, hahha. Namun ketika umur 1 tahun rambut tersebut sudah kembali normal (lurus).

  • Katanya tidak boleh makan nanas ketika hamil

Pada dasarnya saya tidak begitu menyukai nanas. Namun kalau makan rujak yang dibeli di ‘abang tukang rujak’ biasanya buah satu ini pasti ada di dalamnya. Ketika saya mencari informasi seputar nanas dan ibu hamil, saya mendapat informasi bahwa buah nanas sebenarnya memiliki banyak manfaat karena mengandung Vitamin B1, B6, C serta Zat Mangan yang baik untuk tulang. Namun disamping manfaat tersebut, nanas juga mengandung Bromelain yang apabila dikonsumsi dalam jumlah besar bisa menyebabkan kontraksi dan keguguran. Rasa asam yang terdapat dalam nanas juga bisa menyebabkan gangguan pada lambung jika ibu hamil tersebut memiliki riwayat penyakit maag. Karena hal itu, saya lebih memilih untuk menghindari buah ini. Walaupun ada statement yang mengatakan, “tidak apa-apa jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit”, saya merasa lebih baik menghindarinya karena manfaat yang ada pada buah nanas itu bisa saya dapat dari buah lain yang ‘benar-benar’ saya yakin tidak memberikan dampak negatif untuk kandungan saya.

  • Katanya tidak boleh makan sate ketika hamil

Aahh,, mendengar sate saya jadi ingin makan sate. Namun sepertinya saya harus menahan rasa tersebut karena ibu hamil tidak boleh makan sate. Sebenarnya kenapa sih ibu hamil tidak boleh makan sate? Apa karena penyajiannya yang ditusuk bambu? Atau karena cara membuat sate yang dibakar dengan arang? Setelah mencari informasi, saya menemukan bahwa sate sebenarnya tidak dilarang selama penyajiannya benar. Benar disini maksudnya adalah daging untuk sate tersebut adalah daging yang sehat, daging tersebut dimasak sampai benar-benar matang, bahan untuk bumbu sate juga harus dipastikan tidak memakai banyak MSG, pengawet atau pewarna. Untuk ibu hamil, daging ayam untuk membuat sate tersebut harus dipastikan benar-benar matang saat dimasak. Daging yang tidak matang dikhawatirkan mengandung bakteri Toksoplasma yang tidak baik untuk kandungan. Kebanyakan penjual sate memasak sate dengan langsung membakar daging tersebut, proses seperti ini bisa menyebabkan daging tidak matang dan menyebabkan bakteri di dalamnya tidak mati. Nah, dengan ketentuan seperti ini sulit memastikan apakah tukang sate favorit kita benar-benar menerapkan hal tersebut atau tidak, lebih aman kalau ibu hamil ingin mengkonsumsi makanan satu ini, buatlah sate sendiri di rumah karena dapat dipastikan penyajiannya.

  • Katanya tidak boleh makan-makanan pedas ketika hamil nanti anaknya kepanasan di dalam rahim atau keguguran.

Pada dasarnya makanan pedas tidak membahayakan perkembangan atau kesehatan janin dan juga tidak membuat bayi kepanasan. Makanan pedas menjadi berbahaya ketika ibu hamil mengalami mulas dan diare. Hal ini tidak baik untuk si ibu dan bayi karena diare bisa menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi. Makanan pedas menjadi berbahaya juga apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak karena dapat memacu terlepasnya hormon Prostaglandin. Pelepasan hormon Prostaglandin dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan kontraksi pada ibu hamil.

  • Katanya tidak boleh makan telur ketika hamil, nanti anaknya lahir dengan benjol-benjol di kepala

Saya mendapat larangan ini dari bibi yang bekerja di rumah saya. Di tempat tinggalnya dulu, konon katanya ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi telur karena dapat menyebabkan si anak lahir dengan benjol-benjol di kepala. Kalau berdasarkan informasi yang saya dapat, telur justru bermanfaat bagi ibu hamil karena mengandung Protein, Lemak dan Mineral (Seng, Selenium, Vitamin A, B Kompleks serta Vitamin D). Namun sebaiknya kalau mengkonsumsi telur tidak lebih dari 1 butir (untuk yang memiliki riwayat kolesterol) dan 2 butir (untuk yang tidak memiliki riwayat kolesterol). Kalau mau amannya, telur yang dikonsumsi adalah bagian putihnya, bukan yang kuning. Untuk ibu hamil juga sebaiknya tidak mengkonsumsi telur setengah matang, karena dalam telur setengah matang terdapat bakteri Salmonella yang memberikan efek negatif bagi janin dalam kandungan.

  • Katanya tidak boleh minum es ketika hamil nanti bayinya besar

Dari informasi yang saya dapat, kalau minum es di sini adalah minum air putih dingin, maka itu tidak akan membuat bayi menjadi gemuk/besar. Yang menyebabkan bayi menjadi besar/gemuk dalam kandungan adalah apabila yang dikonsumsi adalah es krim, air sirup dingin, teh manis dingin dan minuman dingin lainnya yang manis karena mengandung glukosa. Kalau cuma air putih biasa tidak menyebabkan bayi gemuk. Namun memang mengkonsumsi minuman dingin (meskipun hanya air putih) tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan ibu hamil terserang flu atau batuk.

  • Katanya tidak boleh minum berkafein ketika hamil
hot coffee

Larangan satu ini membuat saya shock. Pasalnya saya adalah penyuka kopi, khususnya kopi seperti Cappucino, Mocachino atau Caramel Latte. Namun informasi yang saya dapat membuat saya menahan diri agar tidak mengkonsumsi minuman ini. Kafein dapat mengacaukan denyut jantung, tekanan darah yang naik dan produksi keringat yang berlebihan akan membuat ibu hamil tidak nyaman. Kafein juga berpotensi menyebabkan dehidrasi bagi ibu hamil yang dapat menyebabkan mual, muntah dan efek buruk lainnya. Hal berbahaya lain yang dapat ditimbulkan oleh kafein adalah kalau kafein yang dikonsumsi ibu hamil dapat diserap oleh plasenta bayi yang pada akhirnya masuk ke tubuh bayi. Janin yang ada dalam rahim ibu hamil tidak memiliki kemampuan untuk memecah zat kimia seperti kafein. Pada akhirnya kafein ini akan terus mengendap di dalam tubuh bayi dan beresiko menyebabkan anak-anak menderita kelainan fisik. Sebenarnya, ada batasan aman jika ingin mengkonsumsi kafein, yaitu 300mg/hari. Namun rasanya agak sulit mengukur zat yang kita makan sehari-hari, karena itu saya lebih memilih untuk menghindarinya. Oiya, sebagai informasi kafein tidak hanya terdapat pada kopi ya, tapi juga pada teh dan coklat. Jadi saran saya, kalau mengkonsumsi teh atau coklat jangan terlalu banyak juga.

  • Katanya kalau minum kelapa muda anaknya bersih dan putih ketika lahir

Beberapa ibu hamil disekitar saya menerapkan hal ini ketika kehamilan mereka, dan hasilnya bayi mereka ketika lahir memiliki kulit yang bersih. Saya tidak tahu apakah itu karena air kelapa tersebut ataukah karena bayi itu memang mewarisi gen putih dari orang tuanya. Sementara ini, saya belum menemukan apabila kedua orang tuanya berkulit gelap dan ketika hamil sang ibu mengkonsumsi air kelapa apakah anaknya menjadi bersih/putih atau tidak. Tapi pada dasarnya, air kelapa muda mengandung banyak manfaat bagi tubuh, seperti Elektrolit Alami, Diuretik Alami, Asam laurat, Vitamin B dan C serta dapat meningkatkan fungsi pencernaan. Jadi saya rasa, tidak ada salahnya mengkonsumsi minuman ini.

  • Katanya kalau minum air kacang hijau rambut si bayi akan tumbuh hitam dan tebal

Pada dasarnya kacang hijau baik untuk dikonsumsi ibu hamil, baik itu air rebusannya maupun kacang hijau itu sendiri. Kacang hijau mengandung zat-zat yang diperlukan oleh ibu hamil dan janin dalam kandungannya, seperti Karbohidrat, Serat, Vitamin, Asam Folat, Protein dan Mineral. Kalau mengenai kacang hijau bisa membuat rambut bayi tebal saya belum mendapat landasan ilmiahnya. Namun dari informasi ibu-ibu hamil disekitar saya yang mengkonsumsi air kacang hijau, bayi mereka memang lahir dengan rambut yang tebal dan hitam.

  • Katanya kalau hamil tidak boleh dekat dengan kucing, nanti anaknya lahir cacat.

Keberadaan kucing disekitar ibu hamil memang berbahaya karena dapat menyebabkan ibu hamil terkena Toksoplasma yang pada akhirnya beresiko keguguran atau cacat pada bayi. Namun untuk para pecinta kucing sebenarnya ini bisa diantisipasi. Cara mengantisipasinya adalah benar-benar memperhatikan kebersihan dan kesehatan kucing tersebut. Pada dasarnya bakteri Toksoplasma tidak hanya terdapat pada tubuh kucing. Bakteri satu ini bisa juga berada dalam tubuh tikus, anjing, ayam, burung dan daging yang tidak matang ketika dimasak. Bakteri ini hidup di dalam usus binatang dan keluar bersama kotoran mereka. Kucing yang sering memakan tikus berisiko besar mengidap bakteri Toksoplasma dalam ususnya. Lalu bagaimana menjaga kucing kesayangan ibu hamil agar tidak terkena bakteri ini? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti : 1) memberi makan kucing tersebut dengan makanan kucing yang higienis (makanan kering/basah yang dijual di toko hewan), 2) bagi pemilik kucing yang menggunakan Cat Litter di dalam rumah, sebaiknya rutin membuang pasir kotoran tersebut dan tidak dibiarkan mengendap lama di dalam rumah. Sebaiknya juga yang membersihkan bukan si ibu hamil, namun orang lain, 3) periksakan kucing tersebut ke dokter hewan. Apabila diketahui kucing tersebut mengidap Tokso, maka dokter hewan bisa memberikan vaksin yang tepat. Selain itu, ibu hamil yang memegang kucing hendaknya mencuci tangan dulu sebelum menyentuh makanan.

“Pentingnya mengetahui informasi yang benar seputar kehamilan dapat membantu ibu hamil menjadi lebih bijak dalam bertindak”

TipsTips Ibu Hamil

TIPS UNTUK IBU HAMIL :

  • Jaga Kesehatan Fisik dan Psikis

    Dari informasi yang saya kumpulkan, diketahui bahwa kesehatan bayi sangat tergantung dari kesehatan si ibu. Kesehatan yang dimaksud disini adalah kesehatan fisik dan psikis. Seorang ibu harus benar-benar menjaga kesehatan dirinya sendiri. Seorang ibu juga harus menjaga perasaan, emosi dan pikirannya agar tidak membawa efek buruk bagi si bayi.

    Seorang ibu yang tahu bagaimana menjaga kesehatan diri akan membantu bayi untuk sehat juga ketika masih di dalam rahim. Bayi yang sehat sejak dalam rahim akan membuat ia sehat ketika lahir ke dunia. Sehatnya bayi akan membantu perkembangan kesehatannya ketika ia dewasa. Kesehatan manusia saat masih anak-anak memang tidak menjamin kesehatan orang tersebut sampai tua. Ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan selama proses perjalanan kehidupan orang tersebut. Namun biasanya, seseorang yang sudah sakit-sakitan sejak kecil akan terus sakit-sakitan sampai tua.

  • Rutin periksa kehamilan paling tidak satu bulan sekali setelah mengetahui kehamillan tersebut. Dengan USG ibu hamil bisa mengetahui bagaimana kondisi janin dalam rahim apakah berkembang dengan normal atau tidak, mengetahui denyut jantungnya, memonitor kadar cairan ketuban, mengetahui jenis kelamin, mengetahui perkiraan jadwal kelahiran bayi. Selain itu USG juga dapat mendeteksi gangguan atau kelainan selama masa kehamilan. Apabila ada sesuatu yang tidak berjalan normal, maka ibu hamil bisa mengantisipasinya dengan saran dari dokter. Selain itu, kunjungan rutin tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk konsultasi dengan dokter untuk mencari informasi yang dibutuhkan oleh ibu hamil.
  • Konsultasikan keluhan atau apapun yang ibu hamil rasakan kepada dokter kandungan. Jangan malu untuk bertanya karena merasa takut dikira tidak tahu apa-apa. Jangan pula menyepelekan apa yang dirasakan dan menganggap itu wajar karena sedang hamil. Konsultasi ke dokter kandungan bukan saja dilakukan oleh ibu yang sudah hamil. Pasangan yang baru menikah juga bisa ke dokter kandungan untuk konsultasi mengenai program hamil (promil) apabila mereka ingin merencanakan kehamilan anak mereka. Ketika di dokter kandungan Anda akan mendapat banyak saran dan informasi seputar kehamilan. Konsultasi lebih dini juga bisa mengantisipasi seandainya kehamilan tersebut segera terlaksana, calon bayi jadi bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak awal kehamilan.
  • Informasi berkembang dengan sangat cepat saat ini. Apabila ada informasi yang dirasa masih 50:50 kebenarannya, maka cobalah cari kebenarannya segera. Karena ini masalah kehamilan, maka Ibu hamil bisa langsung menanyakannya kepada dokter kandungan atau bisa juga mencari informasi di internet dari berbagai sumber (jangan hanya dari satu sumber). Sekarang ini sudah banyak penulis blog yang membahas mengenai informasi yang diperlukan ibu hamil, ada pula website yang menyediakan forum diskusi antara sesama ibu hamil. pencarian informasi seperti ini dapat membuat wawasan ibu hamil menjadi lebih luas.

Leave a Reply