Kenapa Takdirku Begini?

Kenapa takdirku begini?
mungkin beberapa dari pembaca blog ini pernah mengatakan pertanyaan itu baik secara lisan maupun hanya dalam hati. ntah secara sadar atau tidak, ketka kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita, maka kita akan langsung menyalahkan takdir. Menganggap bahwa itu adalah sesuatu yang memang sudah digariskan dari sang Maha pencipta. lalu ketika menghadapi situasi itu, maka yang terlintas di benak kita adalah pertanya, mengapa? mengapa ini terjadi pada saya? kenapa harus begini jadinya? mengapa saya yang harus mengalami ini? dan banyak mengapa-mengapa lain yang terlintas di kepala.

lalu benarkan sikap kita tersebut?

saya tidak menyalahkan apabila ada seseorang yang memiliki pikiran itu, karea menurut saya itu manusiawi. Sebagai manusia, pastinya kita tidak selalu dalam kondisi positif. Ada kalanya kita merasa down, merasa rendah diri, merasa jatuh sehingga pikiran kita pun hanya dipenuhi pikiran negatif. namun,saya tidak menyarankan pikiran itu berdiam lama di kepala kita. mengapa? karena lambat laun pikiran itu hanya akan menggerogoti jiwa kita. Semakin lama pikiran itu bersemayam, maka semakin jauh kita jatuh di titik nadhir kehidupan. dan akibatnya, kita hanya menjalani hidup kita seperti zombie. zombie kehidupan.

kalau dari pandangan agama (red. islam), hal tersebut juga tidak dibenarkan. yang namanya Takdir, adalah sesuatu yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT, segala sesuatu yang digariskan/ditetapkan/direncanakan oleh Allah adalah sebaik-baiknya rencana. Dia adalah pembuat rencana terbaik. dan tidak sepantasnya kita mempertanyakan rencananya.

lalu, bagaimana kita menyikapinya?
kita baru mengetahui itu takdir kita atau bukan setelah hal itu terjadi atau menimpa kita. kita baru tahu kalau takdir seseorang itu (misal) meninggal di usia 60tahun setelah ia benar-benar meninggal. apabila sebelumnya ia mengalami sakit parah sekalipun kalau dia belum ditakdirkan meninggal maka akan ada saja jalan agar ia sembuh kembali. nah, karena kita tidak bisa mengetahui apakah itu takdir kita atau bukan, maka sebelum itu terjadi maka seyogyanya kita masih harus berusaha. berusaha sebaik-baiknya dan berdoa kepada Allah agar apa yang kita inginkan sesuai dengan kenyataan yang terjadi. namun ketika hal itu sudah terjadi dan tidak sesuai dengan harapan kita, maka seyogyanya kita menerima, ikhlas terhadap apa yang sudah ditetapkan Allah. yakinlah bahwa itu adalah yang terbaik untuk kehidupan kita dikedepannya. apabila keinginan kita terkabul, maka kita berterima kasih dan bersyukur kepada Allah atas apa yang sudah ia berikan.

berbicara seperti ini terlihat mudah, namun sebenarnya tidak. saya sendiri beberapa kali pernah mengalami hal yang membuat saya down. dan ketika sudah dalam kondisi itu, rasanya berbagai buku motivasi yang pernah saya baca sama sekali tidak berpengaruh terhadap saya. ketika hal itu terjadi, ngat saya anji Allah :
1) Mintalah kepadaku, Niscaya akan aku kabulkan (Ghafir: 60) => berdoa
2) Allah tidak akan membebani seseorang melebihi kapasitas hambanya (Al Baqarah : 286) => bertahan
3) Allah tidak akan merubah suatu kaum, apabila mereka tidak merubahnya (Ar Rad : 11) => berusaha

Yakinlah semua akan indah pada akhirnya ^_^

Leave a Reply