OBIDA Membantuku Menjadi Pribadi yang Memiliki Banyak Arti

“Seseorang akan merasa ada ketika ia memiliki arti bagi orang lain. Seseorang akan merasa berarti ketika keberadaannya merupakan kebahagiaan bagi orang lain.”

Bagi saya, tahun 2018 merupakan tahun yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini saya menyusun resolusi yang sangat berbeda dengan resolusi yang pernah saya buat sebelumnya. Dulu, resolusi yang saya buat selalu berkaitan dengan diri sendiri. Saya ingin jalan-jalan, ingin beli gadget baru, ingin punya tempat kerja baru dan keinginan-keinginan lain yang semuanya mengacu pada kesenangan diri sendiri. Menurut saya, orang yang bertanggung jawab untuk kebahagiaan kita adalah diri kita sendiri bukan orang lain. Karena itu kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan diri kita dengan hal-hal yang membuat kita senang. Namun, sekarang persepsi itu berubah. Buat saya sekarang, makna bahagia itu bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Karena itu, untuk tahun 2018 ini saya menyusun resolusi yang bukan hanya untuk diri saya tapi juga untuk orang disekitar saya.

 

Resolusi 2018 : Aku ingin menjadi pribadi yang memiliki arti, bukan hanya untukku tapi juga untuk orang-orang disekitarku

OBIDA, Obat Batuk Ibu dan Anak

Menjadi seorang pribadi yang bermanfaat merupakan hal yang sangat diidam-idamkan oleh setiap orang, khususnya untuk orang yang meyakini kalimat, ”Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain”. Ada banyak cara untuk bisa menjadikan seseorang itu bermanfaat bagi orang lain. Namun untuk saya, saya ingin menjadi pribadi yang bermanfaat dengan cara berbagi. Ada beberapa cara yang dapat saya lakukan, seperti berbagi ilmu, berbagi pengalaman atau berbagi materi. Berbagi ilmu dan pengalaman dapat saya lakukan dengan menulis di blog pribadi saya. Saya bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang berkaitan dengan parenting, kesehatan atau pengalaman-pengalaman lainnya yang layak untuk dibagikan. Semoga dengan tulisan tersebut ada orang-orang yang terbantu atau mendapat pencerahan mengenai apa yang ingin ia ketahui.

Selain berbagi ilmu dan pengalaman, saya juga berencana untuk berbagi kepada orang yang membutuhkan. Ada banyak cara untuk mengimplementasikan berbagi dengan sesama, diantaranya adalah berbagi saat bulan ramadhan (menyediakan sahur atau buka puasa), berbagi ke panti asuhan atau sekedar berbagi dengan orang tidak mampu yang ada di sekitar rumah. Semoga dengan melakukan hal tersebut hidup saya jadi lebih berarti dan lebih bermanfaat untuk orang lain. Dengan menjadi bermanfaat kita tidak hanya menyenangkan diri sendiri tapi juga menyenangkan orang lain.

 

OBIDA, Obat Batuk Ibu dan Anak

Saat ini, tanggung jawab terbesarsaya adalah menjaga dan membesarkan Nasya. Dia adalah malaikat kecil yang dipercayakan Tuhan kepada keluarga kecil kami. Untuk pertumbuhan dan perkembangannya, saya ingin selalu memberikan yang terbaik untuknya. Salah satu hal yang (menurut saya) merupakan hal terbaik yang saya berikan untuknya adalah dengan selalu berada di dekatnya. Saya pernah membaca sebuah kalimat, ”Bagi seorang anak (khususnya anak bayi), ibunya adalah dunianya”. Dengan kata lain, yang ada di pikiran si bayi, yang diinginkan si bayi, yang dibutuhkan si bayi adalah ibunya. Karena itulah saya memutuskan untuk selalu di dekatnya dengan mengesampingkan keinginan saya untuk kembali bekerja kantoran. Dengan berada didekatnya sayapun bisa selalu memastikan apa-apa yang boleh dan tidak boleh ia  terima untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Tahun ini masih termasuk dalam periode keemasan bagi Nasya. Karena itu banyak hal yang harus saya lakukan untuk terus menstimulus dan merangsang setiap perkembangannya, baik itu perkembangan motorik, emosional ataupun kognitif. Karena itu saya merasa harus mendampinginya selalu dan berada di dekatnya.

 

OBIDA, Obat Batuk Ibu dan Anak

Bukan hanya untuk orang lain, seseorang juga ingin menjadi berarti bagi diri sendiri. Ada keinginan dalam diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik atau menjadi pribadi yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Saya tidak ingin menjadi pribadi yang diam di tempat. Karena itu di tahun ini saya memiliki rencana untuk mengembangkan diri dengan belajar hal baru. Mempelajari hal-hal yang mendukung kegiatan saya saat ini (baca : blogging). Saya ingin mengikuti kursus kepenulisan, kursus desain grafis dan kursus digital marketing. Saya belum tahu kapan saya akan memulai kursus-kursus tersebut karena pastinya saya butuh persiapan diri dan materi. Saya perlu meyakinkan diri saya bahwa anak saya aman dan nyaman walau tanpa kehadiran saya (meskipun itu cuma beberapa jam saja)  dan saya juga harus mempersiapkan dana/biaya ekstra untuk mengikuti kursus tersebut.

 

Batuk Menyerang, Aktivitas Terganggu, Resolusi Terancam Tak Tercapai

Di awal tahun ini, aktivitas saya sedikit terganggu karena masalah kesehatan. Bukan penyakit berat, cuma batuk berdahak. Tapi ternyata kata ‘cuma’ itu bisa membuat banyak rencana saya berantakan. Ketika batuk (apalagi batuk berdahak) tubuh menjadi tidak nyaman karena berkali-kali tenggorokan akan merasa gatal dan memaksa kita untuk batuk. Terkadang batuk berdahak juga menyebabkan perut menjadi sakit karena ketika batuk otot-otot perut akan ikut tertarik. Ketika malam hari batuk akan semakin parah karena ada rasa dingin yang memicu paru-paru memproduksi lebih banyak lendir dan tentunya keinginan untuk batuk akan semakin menjadi-jadi. Beberapa hal yang terjadi pada saya tersebut membuat saya jadi tidak fokus dalam mengerjakan aktivitas sehari-hari, termasuk menjalankan resolusi saya.

Karena batuk tersebut, saya jadi lebih sering terbangun di malam hari dan begadang karena bayi saya merasa terganggu dengan suara batu saya. Akibatnya saya jadi tidak bisa melakukan aktivitas menulis yang biasa saya lakukan di malam hari. Padahal malam adalah waktu ideal bagi saya untuk menulis karena di siang hari saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama Nasya. Karena batuk itu juga saya jadi sedikit menjaga jarak dengan Nasya karena takut ia tertular batuk.

Batuk memang bukan penyakit yang bisa dianggap remeh. Batuk terjadi karena ada serangan virus yang menyerang paru-paru manusia, batuk itu sendiri merupakan respon alami tubuh untuk mengeluarkan debu/kotoran atau lendir yang ada di paru-paru kita. Nah, yang membuat saya khawatir adalah batuk ini bukan hanya mengacaukan rencana-rencana yang sudah saya buat, tapi juga mengancam kesehatan anak saya. Walaupun saya sudah menggunakan masker kalau berada didekatnya, namun rasa khawatir itu tetap saja ada. Maka dari itu saya tidak ingin batuk ini bersemayam lama di dalam tubuh. Saya harus megambil langkah untuk menghentikan batuk ini.

 

OBIDA, Teman Sejati Ibu Dikala Batuk Menyerang

Untuk mengatasi batuk saya percayakan pada OBIDA (Obat Batuk Ibu dan Anak). Setiap ibu menyusui tentu khawatir jika harus mengkonsumsi obat tertentu karena khawatir ada kandungan obat yang masuk ke ASI dan tertelan oleh sang bayi. Namun untuk obat ini saya tidak perlu khawatir karena OBIDA merupakan obat batuk alami yang tentunya tidak membahayakan kesehatan si bayi. OBIDA merupakan obat batuk yang dibuat dengan bahan-bahan alami seperti madu, Chuan Bei (Fritillaria) serta 14 rempah-rempah tradisional lainnya yang tentunya tidak mengandung bahan kimia. Karena itu saya merasa aman dan nyaman mengkonsumsi obat tersebut.

Ada beberapa hal yang membuat saya suka dengan obat batuk ini. Pertama, OBIDA merupakan obat batuk yang memang diformulasikan untuk ibu dan anak. Hal ini membuat saya tidak perlu merasa was-was akan kesehatan bayi saya ketika mengkonsumsi obat tersebut. Kedua, OBIDA dibuat dengan bahan-bahan alami sehingga saya tidak perlu khawatir ada kandungan berbahaya yang ikut tertelan oleh bayi saya. Ketiga, saya juga suka dengan rasa yang dimiliki oleh OBIDA, rasanya manis dan ketika sampai ditenggorokan terasa sejuk menyegarkan. Ketiga, hasil dari obat tersebut bisa segera saya rasakan. Tenggorokan dan pernapasan saya jadi lega setelah beberapa kali minum obat ini. Saya tidak perlu mengkonsumsi obat ini lama-lama karena beberapa hari setelah saya mengkonsumsi OBIDA, batuk saya hilang tanpa bekas.

OBIDA, Obat Batuk Ibu dan Anak

Note : Untuk mengenal OBIDA lebih banyak, bisa kunjungi website OBIDA di http://www2.ninjiom.com/id

OBIDA Membantuku Mewujudkan Resolusiku

Saya senang batuk saya tidak berlangsung lama. Hal ini membuat saya bisa melanjutkan aktivitas saya seperti biasa. Kalau kesehatan terjaga, aktivitas lancar, resolusi pun akan mudah untuk diwujudkan. Sekarang saya bisa melaksanakaan setiap rencana yang saya buat dengan nyaman. Tidak perlu merasakan tenggorokan gatal, tidak perlu terbangun tengah malam karena batuk dan tentunya tidak perlu khawatir si bayi akan tertular karena batuk saya sembuh.

Batuk memang penyakit yang sering menjangkiti manusia, bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Dengan adanya obat batuk ibu dan anak saya jadi tidak perlu khawatir karena ada solusi kalau saya terserang batuk. Saya berharap batuk tidak akan menjadi halangan bagi saya untuk mewujudkan resolusi-resolusi yang sudah saya buat di awal tahun. Semoga resolusi-resolusi saya di atas bisa membuahkan sesuatu yang manis di akhir tahun.

13 thoughts on “OBIDA Membantuku Menjadi Pribadi yang Memiliki Banyak Arti”

    1. iya,, bisa dicoba mas… dirumah bapak saya juga pernah minum obat ini dan katanya manjur.. jadi walopun namnya obat batuk ibu dan anak tetep bisa dikonsumsi oleh selain itu karen formulanya forula herbal.

  1. Wah semoga terlaksana ya resolusinya. Dan saya juga punya Obida di rumah untuk antisipasi kalo batuk datang. Harganya pun terjangkau cuma 23 ribu di tempat saya. Btw sukses buat lombanya.

Leave a Reply